
Di antara berbagai keajaiban arsitektur dan objek wisata di Kota Tua Baku, pemandian air panas merupakan kategori yang unik dan menarik. Bangunan-bangunan terkenal seperti Gadzhi Gaib, Aga Mikail, Kasum Bek, dan pemandian air panas terkenal di Istana Shirvanshakh semuanya berkontribusi pada kekayaan warisan budaya kota ini.
Prinsip arsitektur yang memandu desain rumah pemandian ini mencerminkan praktik perencanaan kota yang lebih luas yang berlaku di Baku dan di seluruh dunia Timur. Biasanya, rumah pemandian dibangun baik sebagai komponen integral kompleks istana dan bangunan umum yang terletak di pusat kota maupun sebagai bangunan mandiri di dalam zona layanan dan utilitas yang ditentukan.
Penekanan khusus harus diberikan pada pemandian istana, yang merupakan ciri khas tempat tinggal para penguasa Timur. Di antara pemandian Baku, yang terletak di dalam Istana Shirvanshakh sangat penting. Pemandian yang luas ini, yang ditemukan selama penggalian arkeologi pada tahun 1939, terdiri dari 26 ruangan yang berbeda. Dipercayai bahwa seluruh bangunan awalnya ditutupi dengan kubah, yang memungkinkan cahaya masuk melalui bukaan di kubah. Dirancang sebagai fasilitas semi-bawah tanah, pemandian ini secara efektif menjaga kehangatan selama musim dingin sambil tetap sejuk di bulan-bulan musim panas.
Tata letak rumah pemandian ini mencakup dua area persegi utama, yang selanjutnya dibagi lagi menjadi kamar-kamar yang lebih kecil. Kamar pertama diperuntukkan untuk melepas pakaian, yang dikenal sebagai “baiyr” (luar), diikuti oleh kamar mandi yang disebut sebagai “icheri” (dalam). Rumah pemandian ini memiliki baskom untuk air panas dan dingin, yang disebut “khazna.” Di samping baskom air panas tersebut terdapat ruang tungku yang digunakan untuk memanaskan air. Selain itu, terdapat “khyalveti,” area pribadi yang diperuntukkan untuk mencuci secara individu. Tempat ini juga mencakup kolam renang kecil berbentuk bulat dan kompartemen untuk menyimpan sepatu.

Di antara pemandian umum di zona layanan dan utilitas Kota Tua, pemandian umum Gadzhi Gaib menonjol dengan jelas. Terletak tepat di seberang Menara Maiden, tanggal pasti pembangunannya masih belum pasti; namun, para ahli memperkirakan pemandian umum ini dibangun pada abad ke-15. Pintu masuk pemandian umum ini berbentuk persegi, dan di dalamnya terdapat lemari es beserta area ganti dan mandi. Ruang ganti dan mandi memiliki ciri-ciri aula tengah berbentuk segi delapan, dikelilingi oleh ruangan-ruangan yang lebih kecil. Di tengah aula-aula ini, terdapat baskom berisi air panas dan dingin. Mirip dengan pemandian umum di Istana Shirvanshakh, fasilitas ini dipanaskan melalui sistem saluran yang dibangun di bawah lantai.
Selain itu, pemandian umum Aga Mikail dan Kasum Bek patut disebutkan. Pemandian umum Aga Mikail dibangun pada abad ke-18 di bagian barat daya Icheri-Shekher oleh Gadzhi (Kafir, non-Muslim) Aga Mikail, seorang penduduk Skemakhi. Pemandian umum ini terletak di daerah yang dikenal sebagai daerah karet. Meskipun memiliki kemiripan dengan pemandian umum Baku lainnya, kamar ganti dan kamar mandinya berbentuk persegi yang unik, yang membedakannya dari pemandian umum Shirvanshakh dan Gadzhi Gaib.
Pemandian Kasum Bek, yang dibangun pada abad ke-17 di dekat gerbang Salyan, dikenal dengan sebutan "Pemandian Manis" karena secara tradisional menyajikan teh disertai dengan manisan. Pemandian ini terdiri dari ruang depan, ruang ganti, kamar mandi, kolam renang, dan ruang tungku.
Dalam konteks budaya Timur, rumah pemandian telah memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari, berfungsi sebagai elemen penting dari kompleks istana dan lingkungan perumahan. Rumah pemandian di Baku tidak hanya memiliki arsitektur yang indah tetapi juga menawarkan wawasan menarik tentang narasi sejarah dan budaya kota yang kaya, menjadikannya tujuan yang memikat bagi pengunjung.
Jalan-jalan di Fountain Square
Jelajahi kota tua Icheri Sheher
Kagumi Menara Perawan
Rasakan api abadi Yanardag
Temukan petroglif Gobustan
Saksikan gunung lumpur yang unik