
Kunjungan ke Baku tidak akan lengkap tanpa berjalan-jalan di sepanjang Seaside Boulevard. Jalan setapak yang ramai ini menawarkan banyak atraksi bagi pengunjung, termasuk museum, wahana hiburan, taman, kafe, restoran, dan masih banyak lagi. Jalan raya itu sendiri merupakan perpaduan yang menakjubkan antara keindahan dan keanekaragaman, dengan bagian tengahnya dihiasi oleh tanaman hijau subur dan bunga-bunga berwarna-warni, mengarah ke perairan Laut Kaspia yang berkilauan.
Dari segi signifikansinya bagi negara, Seaside Boulevard Baku dapat disamakan dengan Lapangan Merah di Moskow atau Lapangan Santo Petrus di Kota Vatikan. Berbagai bangunan bersejarah, budaya, dan arsitektur yang unik dapat ditemukan di setiap sudutnya.
Didirikan pada tahun 2007, Musical Fountain telah menjadi pusat perhatian Seaside Boulevard. Terletak di dalam Seaside Park, pancaran airnya yang rumit menari di langit malam seirama dengan alunan musik, menarik banyak penonton setiap malam. Sungguh tidak ada air mancur lain di dunia yang seperti ini.
Seaside Park merupakan contoh pendekatan kreatif dalam mendesain oasis hijau di dalam kota. Pengerjaan taman dimulai bersamaan dengan pembangunan jalan raya pada tahun 1909, dan sejak saat itu taman tersebut telah mendapatkan statusnya sebagai harta nasional. Taman ini merupakan rumah bagi puluhan spesies pohon, semak yang tak terhitung jumlahnya, dan tanaman hias. Di antara berbagai hal yang eksotis adalah jalan yang dipenuhi kaktus raksasa dan pohon baobab yang sedang berbunga.
Salah satu fitur menarik taman ini adalah menara parasut setinggi 75 meter yang dibangun pada tahun 1936, yang baru-baru ini dipugar dan kini bersinar dengan pencahayaan aslinya. Daya tarik populer lainnya adalah "Little Venice," jaringan jalur air buatan yang menampilkan gondola asli yang diimpor dari Italia.
Jalan raya ini juga menjadi rumah bagi Museum Karpet Azerbaijan, yang dengan cermat menyimpan koleksi sekitar satu juta karpet. Di antara pamerannya terdapat karya-karya unik yang dibuat oleh penenun Azerbaijan dan Persia dari abad ke-18, serta karpet luar biasa yang menyerupai lukisan dan peta.
Bangunan museum ini dirancang menyerupai bentuk karpet yang digulung, tema yang berlanjut di seluruh bagian interiornya. Pengunjung dapat menyaksikan langsung pembuatan karya-karya besar ini, saat para perajin terampil bekerja di alat tenun tradisional di setiap lantai, seperti yang mereka lakukan berabad-abad lalu.
Di ujung selatan kawasan pejalan kaki, tepat di luar Museum Karpet, terdapat sebuah bangunan penting nasional—Lapangan Bendera Nasional. Dengan luas 60 hektar, alun-alun ini memiliki tiang bendera yang menjulang setinggi 162 meter, sedangkan bendera itu sendiri berukuran 35 x 70 meter dan berat totalnya 220 ton.
Alun-alun ini juga memamerkan simbol-simbol nasional lainnya, termasuk lambang negara, lagu kebangsaan, dan peta Azerbaijan, yang semuanya terbuat dari perunggu berlapis emas. Selain itu, Museum Bendera Nasional juga terletak di sini, yang semakin memperkaya pengalaman budaya.
Meskipun banyak tempat terkenal di sepanjang tepi pantai yang relatif baru, satu area masih mempertahankan suasana kota kuno—Ichari Shahar, yang secara umum dikenal sebagai "Benteng". Ini adalah kawasan pemukiman tertua di Baku, yang masih dikelilingi oleh tembok benteng. Pada tahun 1970-an, kawasan ini ditetapkan sebagai cagar sejarah dan arsitektur.
Menara Perawan, benteng kuno Kota Tua, terlihat jelas dari tepi laut, berdiri pada ketinggian 28 meter.
Dari Seaside Boulevard, pengunjung dapat menikmati pemandangan Laut Kaspia yang menakjubkan dan juga berbagai bangunan penting di Baku. Salah satunya adalah Flame Towers, yang menjulang setinggi 182 meter dan dapat dilihat dari hampir setiap titik di sepanjang jalan setapak. Arsitektur bangunan tertinggi di kota ini menyerupai bentuk api, mengingatkan pada api yang digambarkan pada lambang kota Baku.
Di balik gedung-gedung pencakar langit tersebut berdiri bangunan penting kota tersebut—Menara TV Baku yang tingginya mencapai 310 meter.
Seaside Boulevard adalah tempat di mana waktu terasa berlalu begitu cepat, menawarkan aktivitas seharian yang terasa seperti hitungan menit. Siapa pun yang berada di jalan raya ini pasti akan menemukan hiburan yang sesuai dengan selera mereka. Mereka yang lebih suka suasana santai dapat berjalan-jalan di sepanjang jalan setapak yang luas dan terawat baik, bersantai di kafe dan rumah teh yang nyaman, atau mengunjungi bianglala untuk menikmati pemandangan kota dari ketinggian 60 meter.
Bahkan di malam hari, jalan raya ini ramai dengan aktivitas, karena para penggemar catur berkumpul di sekitar buah catur berukuran besar yang diletakkan di trotoar. Pameran di jalan raya telah menjadi tradisi yang dijunjung tinggi, dan anak-anak dapat menikmati wahana "kereta mini" yang menawan, yang juga disukai orang dewasa.
Para penggemar sejarah pasti akan berjalan-jalan ke Istana Shirvanshah kuno, menyusuri jalan-jalan sempit di Kota Tua, dan meluangkan waktu untuk mengagumi Teater Boneka yang bersejarah. Bagi mereka yang menjalani gaya hidup aktif, Istana Air yang besar dan naik perahu di Laut Kaspia menawarkan pilihan yang menarik. Para pecinta musik dapat mengunjungi Mugham Center, yang didedikasikan untuk genre musik tradisional Azerbaijan.
Bagi mereka yang ingin berbelanja dan bersenang-senang, berbagai pusat hiburan menanti, termasuk kompleks perbelanjaan dan hiburan terbesar di ibu kota, Park Boulevard. Kawasan yang ramai ini memiliki infrastruktur yang berkembang dengan baik dengan pertokoan, tempat makan, hotel, dan fasilitas rekreasi. Baik wisatawan maupun penduduk lokal akan menemukan semua yang mereka butuhkan untuk pengalaman yang nyaman dan menyenangkan.
Dahulu, tembok yang kokoh berdiri di sepanjang pesisir Laut Kaspia, melindungi kota dari serangan musuh. Namun, pada tahun 1909, setelah pertimbangan yang matang, pemerintah Baku mengalokasikan dana yang sangat besar, yaitu 600,000 rubel kekaisaran, untuk membangun jalan raya baru di sepanjang garis pantai. Para dermawan juga turut menyumbang untuk proyek ambisius ini, yang menarik bakat para arsitek dan pembangun terbaik melalui proses seleksi yang kompetitif, yang akhirnya berpuncak pada desain oleh GM Temirkulov.
Titik awal pembangunan jalan raya yang baru itu adalah sebuah pemandian air panas yang menyerupai istana dalam cerita dongeng, dikelilingi hamparan bunga dan tanaman hijau yang rimbun.
Akibat fluktuasi permukaan air Laut Kaspia, garis pantai mengalami banjir berkala. Akibatnya, sejak tahun 1940-an hingga saat ini, kawasan pejalan kaki tersebut telah mengalami banyak renovasi dan perluasan. Setiap tahun, Baku Boulevard menjadi semakin indah dan luas, meskipun telah kehilangan beberapa bangunan aslinya, termasuk pemandian musim panas yang mempesona.
Saat ini, jalan raya tepi laut tersebut membentang dari terminal maritim hingga Lapangan Bendera Nasional, dan para perencana kota bermaksud untuk memperpanjangnya hingga 25 kilometer di masa mendatang. Proyek ambisius ini menjanjikan untuk meningkatkan pengalaman bagi penduduk dan pengunjung, serta memastikan bahwa Jalan Raya Tepi Laut Baku tetap menjadi tujuan wisata yang digemari oleh generasi mendatang.
Jalan-jalan di Fountain Square
Jelajahi kota tua Icheri Sheher
Kagumi Menara Perawan
Rasakan api abadi Yanardag
Temukan petroglif Gobustan
Saksikan gunung lumpur yang unik