Baku Venice, yang juga dikenal sebagai Little Venice, adalah jaringan kanal menawan yang membentang sekitar 1.5 kilometer, terletak di dalam Primorsky Boulevard yang indah. Objek wisata yang indah ini merupakan salah satu daya tarik utama pusat kota Baku. Didirikan pada pertengahan abad ke-20, proyek ini terinspirasi oleh keindahan Venesia yang memukau, yang memikat Aliş Lemberanski. Visinya adalah untuk menciptakan pengalaman mempesona serupa di Baku, dan hingga hari ini, tempat ini tetap menjadi salah satu tempat terindah di kota ini.

Aliş Lemberanski dirayakan dan dihormati oleh masyarakat Baku. Selama lima tahun menjabat sebagai ketua Komite Eksekutif Kota Baku dari tahun 1959 hingga 1964, ia secara signifikan meningkatkan penghijauan kota. Di bawah kepemimpinannya, Primorsky Boulevard dikembangkan, bersama dengan bangunan-bangunan ikonik seperti Little Venice dan Café Pearl. Setelah periode yang luar biasa ini, ia diundang untuk bekerja di Moskow.
Sekembalinya, Lemberanski mengambil peran sebagai Menteri Konstruksi, di mana ia memprakarsai pembangunan sejumlah bangunan penting, termasuk Sirkus Baku, Istana Gulistan dan Lenin (sekarang dikenal sebagai Pusat Heydar Aliyev), Kereta Kabel, dan Teater Hijau, antara lain.
Setelah pembubaran Uni Soviet, kompleks Little Venice mengalami kemunduran untuk waktu yang lama. Namun, setelah renovasi besar-besaran pada tahun 2011, kompleks tersebut dibuka kembali untuk umum, direvitalisasi, dan dipugar. Meskipun tata letak kanal tetap tidak berubah, kanal-kanal tersebut diperluas dan dibersihkan dari alga. Jembatan-jembatan baru yang berhias dibangun, dan perahu-perahu tradisional diganti dengan gondola asli Italia.
Di sepanjang tepi kanal berwarna hijau zamrud, berbagai kafe dan restoran telah bermunculan, di samping taman yang ditata indah, hamparan bunga, air mancur, dan jembatan bergaya Venesia, lengkap dengan dermaga gondola untuk dinikmati pengunjung. Sebagai pengganti kafe lama, kini ada dua restoran modern yang menawarkan pengalaman bersantap yang menyenangkan.
Panjang total kanal Baku Venesia, yang menampung sekitar 7,000 meter kubik air, adalah 1,350 meter, dengan kedalaman 1.3 meter.
Bulan-bulan musim panas tidak diragukan lagi merupakan waktu terbaik untuk menjelajahi semua keajaiban yang ditawarkan Baku Venice. Pepohonan hijau yang rimbun, pohon willow yang menjulang tinggi, dan gondola yang meluncur di atas air biru menciptakan suasana yang semarak yang dipenuhi tawa dan kegembiraan, terutama di kalangan anak-anak. Sebaliknya, musim dingin menghadirkan nuansa yang lebih kalem, tetapi menawarkan kesempatan yang sangat baik untuk fotografi. Selama musim panas, menemukan gondola yang tersedia bisa menjadi tantangan yang cukup besar, karena gondola tersebut sering kali ditempati oleh pendayung gondola lokal. Pengunjung dapat bersantai di tepi kanal, menyeruput teh harum yang dipadukan dengan manisan lokal, atau menikmati bir dingin.
Meskipun kanal-kanal tersebut indah di siang hari, namun berubah menjadi pengalaman ajaib di malam hari. Pencahayaan kanal yang indah, restoran-restoran yang ramai dipenuhi wisatawan, dan angin laut yang menyegarkan dari Laut Kaspia—hanya 100 meter jauhnya—menciptakan suasana yang terasa seperti mimpi atau adegan dari dongeng yang canggih.
Meskipun wahana gondola di malam hari mungkin tidak tersedia, kanal-kanal tetap buka hingga larut malam, memungkinkan pengunjung menikmati perjalanan mengapung yang tenang di bawah lampu-lampu malam yang mempesona.
Jalan-jalan di Fountain Square
Jelajahi kota tua Icheri Sheher
Kagumi Menara Perawan
Rasakan api abadi Yanardag
Temukan petroglif Gobustan
Saksikan gunung lumpur yang unik