
Terletak di dalam tembok timur benteng "Icheri Sheher", terdapat Gerbang Murad, yang juga dikenal sebagai Portal Timur. Pintu masuk yang mencolok ini, meskipun merupakan bagian dari keseluruhan kompleks, dibangun jauh setelah bangunan lainnya, khususnya pada abad ke-16 ketika Baku jatuh di bawah kendali Turki. Gerbang ini diberi nama untuk menghormati Sultan Murad III, tokoh penting dalam sejarah Turki.
Secara arsitektur, Gerbang Murad mencerminkan elemen desain khas divankhane dan makam Dinasti Shirvan. Namun, jika diamati lebih dekat, terlihat adanya penurunan kualitas pengerjaan, yang terlihat dari kualitas batu yang buruk dan kemerosotan nyata dalam kemurnian seni ornamen Azerbaijan. Kemunduran ini dapat dikaitkan dengan masa-masa sulit yang ditandai dengan seringnya serangan militer di semenanjung, yang tidak diragukan lagi berdampak pada teknik pembangunan dan sumber daya yang tersedia.
Pembangunan Gerbang Murad merupakan hasil karya seorang arsitek yang berasal dari Tabriz. Bagian atas portal tersebut memiliki prasasti dalam bahasa Arab yang berbunyi: “Bangunan mulia ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Murad Ulu Rajab-baba Bakuji yang paling adil dan agung pada tahun 994 (1585-1586).” Di samping prasasti tersebut, “pelat” tersebut dihiasi dengan motif tumbuhan yang rumit, yang menambah kesan elegan pada bangunan tersebut.
Berbeda dari gerbang istana lainnya, Gerbang Murad memiliki pintu masuk yang sangat lebar, mengingatkan pada gerbang tradisional. Desain ini menunjukkan bahwa gerbang ini mungkin berfungsi sebagai pintu masuk ke bangunan yang telah hilang ditelan waktu atau tidak pernah dibangun. Gerbang ini berdiri saat ini sebagai pengingat yang menyentuh akan sejarah Baku yang kaya dan pengaruh arsitektur yang membentuk perkembangannya.
Jalan-jalan di Fountain Square
Jelajahi kota tua Icheri Sheher
Kagumi Menara Perawan
Rasakan api abadi Yanardag
Temukan petroglif Gobustan
Saksikan gunung lumpur yang unik