
Azerbaijan adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dan Baku menawarkan banyak masjid menakjubkan yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan. Di antara masjid-masjid tersebut, Masjid Tezepir tidak diragukan lagi termasuk dalam lima masjid yang paling banyak dikunjungi di kota ini. Lokasinya yang strategis di dekat Icheri Sheher (Kota Tua) yang bersejarah membuatnya mudah diakses oleh wisatawan dan penduduk lokal.
Sementara masjid-masjid di Kota Tua sering kali kuno dan memiliki eksterior yang sederhana, Masjid Tezepir menonjol karena kemegahannya. Bangunan yang luas ini dapat menampung lebih dari seribu jamaah, dengan menara yang menjulang tinggi dan interior yang dihiasi dengan motif-motif Timur yang rumit dan hiasan emas yang mewah.
Pembangunan Masjid Tezepir dimulai pada awal abad ke-20, diprakarsai oleh seorang dermawan bernama Nabat Khanum Ashurbekova, dengan desain arsitektur oleh Ziver-bek Akhmedbekov. Akan tetapi, proyek tersebut mengalami penundaan karena meninggalnya Nabat Khanum. Putranya yang akhirnya melanjutkan pembangunan, yang berpuncak pada penyelesaian masjid pada tahun 1914.
Masjid megah ini dibangun di lokasi bekas tempat ibadah lama. Pada abad ke-14, seorang tokoh yang dihormati bernama Abu Sayid al-Bakuwi tinggal di sini. Setelah kematiannya, rumah darwis itu berubah menjadi Piri, tempat pemujaan yang sakral. Sebuah masjid kecil kemudian dibangun, tetapi pada awal abad ke-20, masjid itu rusak parah, sehingga diputuskan untuk mendirikan bangunan baru di tempatnya.
Pembangunan masjid ini merupakan usaha mulia yang didanai oleh Nabat Khanum Ashurbekova, contoh langka tentang dukungan perempuan di dunia Muslim (dan juga di komunitas Ortodoks). Proses pembangunan berlangsung hampir satu dekade, dengan peletakan batu pertama pada 23 Juli 1905. Setelah suaminya meninggal, Nabat Khanum menjual harta bendanya untuk membiayai pembangunan masjid, yang dimaksudkan sebagai masjid terbesar di Kaukasus. Ia meninggal pada tahun 1912 di usia 117 tahun, namun warisannya tetap bertahan melalui mahakarya arsitektur ini. Baik Nabat Khanum maupun putranya, yang melanjutkan pembangunan, dimakamkan di pintu masuk masjid.
Masjid baru ini menyambut para jamaah selama tiga tahun sebelum akhirnya terpaksa ditutup saat revolusi dimulai pada tahun 1917. Setelah berdirinya kekuasaan Soviet, bangunan tersebut dialihfungsikan menjadi bioskop dan bahkan gudang penyimpanan. Baru pada tahun 1943 masjid tersebut kembali berfungsi seperti semula dan terus melayani masyarakat sejak saat itu. Administrasi Muslim Kaukasia berada di dalam kompleks masjid.
Meliputi area seluas 1,400 meter persegi, interior masjid ini menampilkan ornamen dan pola Timur yang indah yang dibuat oleh seniman Azerbaijan. Kubah dan mihrab dibangun dari marmer, sementara ruang salat pria diterangi oleh 52 lampu gantung, dengan tambahan lima lampu gantung menghiasi bagian wanita.
Ruang salat wanita dihias dengan kayu pistachio yang elegan, dan tangganya terbuat dari beton bertulang dengan lapisan kayu di atasnya. Ruang ganti juga tersedia untuk para jamaah. Aksen emas digunakan untuk detail dekoratif, prasasti, dan ujung menara. Pintu dan jendela dibuat dari kayu mahoni yang mewah, dan kubahnya menjulang setinggi 1.5 meter. Sistem pemanas beroperasi di bawah lantai, yang dipasang 0.3 meter lebih rendah dari area di sekitarnya. Sajadah (namazlyk) dapat menampung hingga 72 jamaah sekaligus.
Selain itu, di halaman masjid terdapat gedung Administrasi Muslim Kaukasia, yang dibangun dari batu kuning lokal yang sama dengan banyak rumah di Baku, yang dirancang agar selaras dengan estetika masjid. Hasilnya adalah kompleks yang mengesankan dan indah.
Masjid Tezepir benar-benar merupakan pencapaian arsitektur yang megah. Dari lantai keramik yang indah hingga dekorasi interior yang rumit, setiap detailnya merupakan sebuah karya seni. Aksen emas menghiasi berbagai area masjid, dan atapnya menampilkan pola geometris yang elegan. Kaligrafi menghiasi dinding, meningkatkan suasana spiritual. Di dalam kompleks masjid terdapat sebuah tempat suci, meskipun tetap tertutup bagi pengunjung.
Jalan-jalan di Fountain Square
Jelajahi kota tua Icheri Sheher
Kagumi Menara Perawan
Rasakan api abadi Yanardag
Temukan petroglif Gobustan
Saksikan gunung lumpur yang unik