
Baku menikmati iklim kontinental yang sejuk, ditandai dengan transisi yang lancar antarmusim, musim dingin yang nyaman, dan musim panas yang panas dan cerah. Kota ini terkenal dengan sinar mataharinya yang melimpah, meskipun juga cukup berangin—ciri khas iklim setempat.
Musim puncak turis di Baku biasanya berlangsung dari awal musim semi hingga akhir musim gugur, menarik pengunjung yang ingin menjelajahi kekayaan budaya dan pemandangan kota yang menakjubkan. Wisatawan akan menemukan bahwa bulan-bulan musim dingin di Baku sama menariknya, dengan langit cerah dan suhu nyaman sekitar +4 hingga +7 °C. Musim seperti ini sangat cocok untuk bertamasya, berpetualang di pegunungan, atau bermalam santai di sanatorium setempat.
Maret membawa cuaca yang lebih hangat, dengan suhu mencapai +10 °C, sementara April menjadi bulan musim semi yang paling semarak, dengan hamparan bunga-bunga yang bermekaran. Selama musim semi, suhu umumnya berkisar antara +15 hingga +18 °C, sehingga menciptakan lingkungan yang ideal untuk jalan-jalan santai dan wisata keliling kota.
Saat bulan Mei tiba, musim panas dimulai di Baku, menandai musim terpanjang dalam setahun. Periode ini tidak hanya paling panas tetapi juga paling meriah dan mahal, dengan suhu yang sering melonjak hingga +35 hingga +38 °C pada hari-hari cerah. Kalender budaya dipenuhi dengan perayaan dan pemutaran perdana, menawarkan suasana yang semarak bagi pengunjung.
Dari bulan Mei hingga Oktober, musim pantai di Baku sedang berlangsung. Bagi mereka yang sensitif terhadap panas, pertimbangkan untuk berkunjung selama bulan-bulan musim gugur yang lembut. Pada pertengahan Oktober, panas yang menyengat mereda, menandai dimulainya waktu yang populer untuk berjalan-jalan santai dan bersantai di pantai di tepi laut.
Setelah Azerbaijan memperoleh kembali kemerdekaannya dari Uni Soviet, Hari Martir secara resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional. Pada tahun 2010, pemerintah menghormati kenangan para korban dengan mendirikan tugu peringatan di Distrik Yasamal, Baku. Tugu peringatan ini, yang dikenal sebagai Lorong Shekhid (Lorong Martir), menampilkan nama-nama setiap pahlawan nasional yang gugur selama peristiwa Januari Hitam yang tertulis di dindingnya, sebagai penghormatan abadi atas keberanian mereka.
Setiap tahun, pada tanggal 20 Januari, masyarakat Azerbaijan berkumpul untuk memperingati peristiwa tragis ini dengan prosesi besar dan khidmat menuju tugu peringatan. Para peserta meletakkan bunga dan memberikan penghormatan, untuk mengenang mereka yang gugur dalam memperjuangkan keadilan dan kebebasan.
Jalan-jalan di Fountain Square
Jelajahi kota tua Icheri Sheher
Kagumi Menara Perawan
Rasakan api abadi Yanardag
Temukan petroglif Gobustan
Saksikan gunung lumpur yang unik