
Kota Putih adalah salah satu distrik paling modern dan mewah di Baku, membentang anggun di sepanjang pesisir Laut Kaspia. Kawasan ini, yang dulu dikenal sebagai "Kota Hitam" karena jaringan kilang minyak dan fasilitas industrinya yang luas, telah mengalami transformasi yang luar biasa. Nama "Kota Hitam" bermakna harfiah, mencerminkan jelaga dan kotoran yang pernah menyelimuti lingkungan tersebut saat menjadi jantung industri minyak Baku pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Namun, kini, bekas kawasan industri ini telah sepenuhnya direvitalisasi dan dikonsep ulang menjadi distrik perumahan dan komersial bergengsi, ditandai dengan arsitektur elegan dan ruang-ruang perkotaan yang terencana dengan cermat.
Pembangunan kembali White City dilaksanakan dengan cermat berdasarkan prinsip-prinsip perencanaan kota modern, yang membedakannya dari banyak bagian lain di Baku. Trotoar yang lebar mengundang jalan-jalan santai, sementara bangunan-bangunannya mempertahankan ketinggian yang seimbang sehingga tetap menjaga keterbukaan dan cahaya matahari. Jalan-jalan yang dipagari pepohonan dan ruang hijau memperhalus lanskap perkotaan, menciptakan lingkungan yang nyaman bagi penduduk dan pengunjung. Gaya arsitektur fasad distrik ini membangkitkan pesona Paris atau London, dengan detail yang halus dan nuansa elegan abadi yang sangat kontras dengan masa lalu industri daerah tersebut.
Salah satu daya tarik menjelajahi Kota Putih adalah lokasinya yang dekat dengan Taman Nizami, salah satu taman tertua dan paling dicintai di Baku. Awalnya didirikan oleh Nobel bersaudara di sekitar Villa Petrolea mereka, taman ini telah dimodernisasi untuk memenuhi kebutuhan kontemporer sambil mempertahankan akar sejarahnya. Kini, Taman Nizami menawarkan area piknik yang terawat baik, jalur pejalan kaki, dan fasilitas rekreasi, menjadikannya tempat populer untuk bersantai maupun bersosialisasi.
Di tepi barat taman berdiri Villa Petrolea, sebuah bangunan penting secara arsitektur yang menjadi tempat Museum Nobel. Museum ini sangat terkenal karena merupakan museum pertama yang didedikasikan untuk keluarga Nobel di luar Swedia, yang menampilkan dampak mendalam keluarga Nobel terhadap perkembangan Baku dan industri minyak global. Pengunjung perlu memperhatikan bahwa museum hanya beroperasi pada siang hari di hari kerja, sebuah detail yang perlu diingat saat merencanakan kunjungan.
Meskipun terjadi perubahan besar akibat proyek pembaruan kota, pembangunan kembali White City dengan cermat melestarikan beberapa bangunan bersejarah, mempertahankan hubungan nyata dengan sejarahnya yang gemilang. Di antaranya adalah sebuah air mancur tua, sebuah pengingat sederhana namun menyentuh hati akan masa lalu lingkungan tersebut.
Jalan-jalan di Fountain Square
Jelajahi kota tua Icheri Sheher
Kagumi Menara Perawan
Rasakan api abadi Yanardag
Temukan petroglif Gobustan
Saksikan gunung lumpur yang unik