Yanar Dag

Api Abadi Yanar Dag

Yanar Dag, bukit tempat api abadi alami berkobar, adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Hanya ada segelintir keajaiban alam seperti itu di dunia, dan melewatkan kesempatan untuk mengalami fenomena ini saat berada di Azerbaijan akan menjadi kesempatan yang hilang bagi setiap pelancong sejati. Untungnya, mengunjungi Gunung Terbakar (sebutan Yanar Dag dalam bahasa Azerbaijan) cukup mudah dan terjangkau, terutama jika dibandingkan dengan lokasi berapi lainnya. Alternatif yang paling mudah diakses mungkin adalah Gunung Chimaera di Turki, yang terletak di dekat Kemer, tetapi mencapai situs serupa lainnya bisa jadi cukup menantang.

Situs yang luar biasa ini terletak hanya 20 kilometer dari Baku, khususnya dari Kota Tua, yang dikenal sebagai Icheri Sheher. Jika Anda langsung menuju Yanar Dag, perjalanan dengan taksi akan memakan waktu sekitar setengah jam. Jangan biarkan kata "taksi" membuat Anda takut; tarif di Baku cukup terjangkau. Atau, Anda dapat memilih transportasi umum, yang biayanya sangat murah. Cukup naik metro ke stasiun Koroglu dan kemudian naik bus nomor 217, yang berangkat setiap 13 menit dari pukul 6 hingga 00. Bus akan membawa Anda langsung ke Cagar Alam Yanar Dag, dengan waktu tempuh sekitar 11 menit.

Jangan berharap menyaksikan tontonan yang luar biasa; itu hanyalah bumi yang terbakar. Baik hujan, salju, maupun angin kencang yang selalu ada tidak dapat memadamkan api ini, yang telah menyala selama berabad-abad.

Durasi pasti terbakarnya Yanar Dag masih menjadi misteri; perkiraan menunjukkan bahwa api telah menyala setidaknya selama satu milenium, bahkan mungkin dua. Kerangka waktunya agak samar, dengan margin kesalahan sekitar 500 hingga 600 tahun. Khususnya, penjelajah Venesia yang terkenal Marco Polo menggambarkan Yanar Dag selama perjalanannya dari tahun 1271 hingga 1275. Namun, alasan di balik fenomena ini dipahami dengan baik. Penjelasan yang paling sederhana adalah bahwa gas alam, yang melimpah di kedalaman Azerbaijan, merembes melalui celah-celah di kerak bumi dan terbakar di beberapa titik dalam sejarah. Mungkin itu adalah sambaran petir, penduduk setempat yang tidak sadar, atau bahkan hewan yang memicu api. Apa pun penyebabnya, gas tersebut terbakar dan diperkirakan akan terus menyala selama berabad-abad lagi—meskipun beberapa pesimis berpendapat bahwa "api abadi" ini akan segera padam.

Selama Perang Dunia II, ada upaya untuk memadamkan api, karena api tersebut berfungsi sebagai penanda navigasi bagi pesawat Jerman. Meskipun ukuran area yang terbakar untuk sementara dikurangi, api tidak dapat dipadamkan. Saat ini, api tersebut menempati sebidang tanah kecil, berukuran sekitar sepuluh hingga dua belas meter panjangnya. Berdiri terlalu dekat bisa jadi tidak nyaman, karena panasnya sangat menyengat. Namun, ukuran api yang kecil tidak mengurangi keunikannya. Pada zaman dahulu, seluruh gunung terbakar, berfungsi sebagai mercusuar alami bagi kapal-kapal yang berlayar di Laut Kaspia. Dapatkah Anda membayangkan pemandangan seperti itu? Sebuah gunung besar yang dilalap api?

Ketika Alexandre Dumas mengunjungi Baku pada bulan November 1858, ia juga melihat Yanar Dag, meskipun ia tidak terlalu terkesan. Akan tetapi, ia mengunjungi Kuil Api Ateshgah dan menggambarkan daerah sekitarnya dengan sangat rinci. Kutipannya yang panjang menggambarkan pemandangan alam: “Bayangkanlah sebuah dataran seluas hampir satu mil persegi, yang darinya api menyembur keluar melalui ratusan lubang yang tidak beraturan. Angin menyebarkannya, membengkokkannya, meluruskannya, memiringkannya ke tanah, membawanya ke langit, dan tidak akan pernah dapat memadamkannya.”Maju cepat 170 tahun, dan dari api abadi yang tak terhitung jumlahnya itu, hanya Yanar Dag yang tersisa. 🔥

Tur Baku 2 hari

Mulai dari $400
2 Hari

Jalan-jalan di Fountain Square
Jelajahi kota tua Icheri Sheher
Kagumi Menara Perawan
Rasakan api abadi Yanardag
Temukan petroglif Gobustan
Saksikan gunung lumpur yang unik

Ikuti perjalanan dua hari yang memikat melalui Baku dan Semenanjung Absheron! Temukan petroglif kuno, kagumi gunung berapi lumpur, dan jelajahi kekayaan sejarah dan arsitektur Baku yang memukau. Rasakan keajaiban Azerbaijan yang belum pernah ada sebelumnya!
(Ulasan 3)