
Kazakhstan memiliki warisan budaya tak benda yang kaya, dengan banyak tradisi yang sudah ada sejak berabad-abad lalu. Berakar pada gaya hidup nomaden di padang rumput, budaya Kazakh telah dilestarikan dari generasi ke generasi, dengan banyak tradisi, adat istiadat, dan praktik yang masih berkembang hingga saat ini. Warisan budaya ini, yang meliputi permainan, seni, dan perayaan kuno, dengan bangga ditampilkan dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Saat ini, Kazakhstan merupakan rumah bagi 13 situs warisan tak benda yang diakui.
Pengetahuan dan Keterampilan Tradisional dalam Membuat Yurt Kazakh: Tradisi unik ini, yang juga dikenal di Kirgistan, melibatkan pembangunan yurt—tempat tinggal nomaden portabel yang dapat dirakit dan dibongkar dengan cepat. Asal usul yurt masih diperdebatkan, dengan perkiraan berkisar antara abad ke-12 hingga ke-9 SM, meskipun beberapa pakar memperkirakan tanggal yang lebih awal lagi. Saat ini, yurt tidak hanya digunakan oleh para penggembala selama migrasi musiman mereka, tetapi juga merupakan simbol keramahtamahan dan kebanggaan nasional Kazakhstan, yang sering kali digunakan untuk melayani wisatawan.
Seni Tradisional Kazakh Dombra Kuy: Dombra, alat musik bersenar dua berbentuk buah pir, dianggap sebagai jiwa orang-orang Kazakh. Sejarahnya telah berlangsung lebih dari 2,000 tahun, dan melodinya, yang dikenal sebagai "kuy," merupakan bagian dari bentuk seni kuno. Karya-karya instrumental ini sering kali disertai dengan cerita sejarah, yang menjadikan dombra sebagai pusat identitas musik Kazakhstan.
Aitysh/Aitys, Seni Improvisasi: Sama halnya dengan Kirgistan, Aitys adalah bentuk seni rakyat lisan di mana dua penyair terlibat dalam pertarungan improvisasi, diiringi musik dombra. Para penyair menggunakan kecerdasan, humor, dan argumen filosofis untuk memperdebatkan isu-isu terkini, memikat penonton dengan syair spontan mereka.
Nauryz: Perayaan Tahun Baru kuno ini, yang dirayakan di berbagai negara termasuk Iran, Turki, dan Uzbekistan, merupakan simbol kesuburan, pembaruan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai persiapan untuk Nauryz, rumah-rumah dibersihkan, pohon-pohon dan bunga-bunga ditanam, dan keluarga-keluarga menyiapkan pesta yang menyajikan hidangan tradisional "Nauryz-kozhe," yang terbuat dari tujuh bahan penting.
Gulat Kuresi: Kures, olahraga tradisional Kazakhstan, adalah kontes gulat yang bertujuan untuk menjatuhkan lawan hingga terlentang. Olahraga ini berakar dalam cerita rakyat Kazakhstan, dengan "baluans" (pegulat) legendaris yang dipuja karena kekuatan dan keberanian mereka.
Budaya Membuat dan Berbagi Roti Pipih: Katyrma: Katyrma, sejenis roti pipih, disiapkan oleh seluruh keluarga dan memiliki tempat khusus dalam berbagai acara, mulai dari perayaan hingga peringatan. Tradisi memecah katyrma dengan tangan, tanpa menggunakan pisau, merupakan simbol persatuan, dengan berkat yang sering dibagikan di antara para tamu.
Permainan Assyk Tradisional Kazakh: Bermula sejak milenium pertama SM, Assyk adalah permainan tradisional yang dimainkan dengan tulang-tulang kecil dari domba atau kambing. Populer di semua usia, Assyk meningkatkan persahabatan dan mempererat ikatan dalam masyarakat.
Upacara Perayaan Musim Semi Tradisional Peternak Kuda Kazakhstan: Di desa Terisakkan, di distrik Ulytau di wilayah Karaganda, ritual-ritual ini merayakan ikatan antara manusia dan kuda. Ritual-ritual utamanya meliputi “Biye bailau,” pemerahan susu kuda betina pertama, dan “Kymyz muryndyk,” yang menandai dimulainya musim koumiss (susu kuda betina yang difermentasi).
Warisan Dede Qorqud/Korkyt Ata/Dede Korkut: Budaya epik ini, yang juga dimiliki Azerbaijan dan Turki, merayakan Korkyt Ata, penemu kobyz (alat musik tradisional yang digesek) pada abad ke-9 dan tokoh mitos dalam cerita rakyat Kazakhstan. Legenda Korkyt Ata menceritakan tentang pencariannya akan keabadian, sebuah mimpi yang terwujud melalui musiknya. Warisannya diabadikan dalam berbagai festival, lembaga, dan monumen di seluruh Kazakhstan.
Permainan Intelijen dan Strategi Tradisional: Togyzqumalaq: Permainan ini, yang dimainkan dengan sembilan kerikil, memiliki sejarah yang kaya di Kazakhstan, Kirgistan, dan Turki. Dulunya dimainkan di lubang yang digali di tanah, Togyzqumalaq kini menjadi permainan papan populer yang mengasah keterampilan matematika dan logika.
Falconry, Warisan Manusia yang Hidup: Dengan sejarah 4,000 tahun, elang merupakan salah satu tradisi tertua di Kazakhstan. Ukiran batu paling awal yang menggambarkan praktik ini berasal dari milenium pertama SM. Praktik ini terus menjadi bagian penting dari budaya Kazakhstan, dengan UNESCO juga mengakui elang di lebih dari selusin negara lain.
Tradisi Bercerita Anekdot Kozhanasyr: Dibagikan di beberapa negara Asia Tengah, anekdot ini menampilkan karakter Kozhanasyr (atau Khoja Nasreddin), yang menggunakan kecerdasan dan kebijaksanaan untuk menghadapi situasi yang lucu. Kisah-kisah ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, dihargai karena humornya yang abadi dan pelajaran moralnya.
Orteke, Seni Pertunjukan Tradisional di Kazakhstan: Orteke adalah seni boneka unik di mana seorang musisi mengendalikan boneka kambing kayu (disebut "tauteke") sambil memainkan dombra. Saat musisi memetik, boneka tersebut "menari," menciptakan pertunjukan meriah yang memadukan musik, tarian, dan cerita.
Pengunjung Kazakhstan hampir pasti akan menjumpai unsur-unsur warisan takbenda yang diakui UNESCO ini—entah itu melangkah ke dalam yurt atau menyaksikan seni elang secara langsung.
Warisan tak benda UNESCO milik Kazakhstan menawarkan pengalaman mendalam yang akan memikat wisatawan, memberikan hubungan mendalam dengan tradisi kuno dan budaya negara yang dinamis.
Untuk wawasan lebih dalam, jelajahi Situs Warisan Dunia UNESCO yang nyata di Kazakhstan.
Kunjungi Kosmodrom Baikonur
Jelajahi landasan peluncuran bersejarah
Kunjungi Museum Luar Angkasa
Lihat artefak luar angkasa yang ikonik
Saksikan fasilitas perakitan roket
Kunjungi Gagarin Start Pad