
Terletak di kaki bukit Dataran Tinggi Ustyurt di wilayah Mangystau, terdapat masjid bawah tanah Beket-Ata, sebuah tempat ziarah yang sakral. Perjalanan dari Aktau memakan waktu sekitar tiga jam, tetapi setibanya di sana, Anda akan disambut oleh pemandangan menakjubkan dari tempat suci keagamaan abad ke-17.
Masjid ini didirikan oleh Beket-Ata, seorang tokoh agama Kazakh yang dihormati dan pengkhotbah Islam Sufi. Selama hidupnya, Beket-Ata dikatakan memiliki karunia untuk menyembuhkan jiwa dan raga. Orang-orang dari jauh dan luas datang kepadanya untuk mencari kesembuhan dari penyakit mereka. Setelah kematiannya, diputuskan bahwa ia akan dimakamkan di dalam tembok masjid yang didirikannya. Bahkan hingga saat ini, penduduk setempat percaya bahwa situs tersebut menyimpan energi khusus, dan keajaiban dikatakan terjadi selama kunjungan ke pekuburan, tempat para peziarah sering menemukan peningkatan dalam kesejahteraan fisik dan spiritual mereka.
Banyak legenda dan kepercayaan yang beredar di tempat ini—tentang bagaimana dan mengapa seseorang harus melakukan perjalanan ke sini. Konon, jika takdir mengizinkan, Anda akan sampai di masjid, tetapi jika tidak, rintangan akan muncul untuk menghalangi jalan Anda.
Untuk memasuki masjid, seseorang harus turun 1.5 kilometer di bawah tanah. Di sepanjang jalan, Anda akan menemukan mata air suci, yang konon katanya diambil oleh Beket-Ata sendiri. Tempat ini sering kali menarik perhatian kambing liar, rubah, dan rusa roe yang mencari kesegaran.
Bagian dalam masjid terdiri dari empat ruang, salah satunya berisi makam Beket-Ata. Ruang lainnya berisi jenazah saudara perempuannya, Akkuash. Ruang ini khusus diperuntukkan bagi wanita, yang datang untuk berbagi beban dan mencari bantuan. Di salah satu ruang lainnya, tongkat kebijaksanaan Beket-Ata disimpan, sementara ruang terakhir berfungsi sebagai ruang sembahyang. Dipercayai bahwa ketika meninggalkan setiap ruang, seseorang harus keluar dengan cara mundur, agar tidak menyinggung roh-roh.
Selama bertahun-tahun, hanya jamaah yang diizinkan memasuki masjid. Namun, kini siapa pun yang berada di persimpangan jalan dalam hidup, mencari petunjuk atau penghiburan, juga dapat berkunjung. Saat Anda berjalan menuju tempat suci tersebut, penting untuk diingat bahwa memotret di dalam masjid dilarang keras.
Beket-Ata lahir pada tahun 1750 di dekat desa Kulsary di wilayah Atyrau. Selama hidupnya, ia membangun empat masjid. Masjid pertama, yang dikenal sebagai Masjid Putih (Masjid Ak), terletak di Kulsary. Masjid kedua diukir di tebing kapur di pinggiran desa Beineu. Masjid ketiga berdiri di Dataran Tinggi Ustyurt, dan masjid keempat—masjid bawah tanah—dipahat di tanjung berbatu Oglandy.
Jemaah yang akan melakukan perjalanan ke masjid bawah tanah diimbau untuk membawa bekal makanan yang cukup—baursak (adonan goreng tradisional), roti pipih, teh, manisan, dan gula. Makanan ini kemudian dibagi di acara makan bersama. dastarkhan (taplak meja yang dibentangkan dengan makanan) di dekat masjid Oglandy, tempat setiap wisatawan ditawari teh dan makanan. Pengunjung didorong untuk berkontribusi dengan membantu menuangkan teh, menyiapkan makanan, atau mencuci piring, dengan demikian ikut ambil bagian dalam semangat kebersamaan dalam ziarah.
Bagi mereka yang akan melakukan ziarah ke tempat-tempat suci Kazakhstan, kami sarankan untuk mengunjungi situs penting lainnya dalam perjalanan menuju Beket-Ata— Masjid Shopan-AtaMasjid bawah tanah ini, yang dibangun pada abad ke-12 atau ke-13, merupakan contoh awal arsitektur bawah tanah yang sakral.
Jelajahi bola batu Torysh Valley
Kunjungi pemandangan panorama Gunung Sherkala
Mendaki melalui lanskap ngarai yang unik
Temukan formasi batuan kuno
Rasakan ketenangan alam
Abadikan pemandangan panorama yang menakjubkan