
Di persimpangan Jalan Rudaki dan Jalan Ismaili Somoni, terdapat Alun-alun Ismaili Somoni yang hijau dan indah. Daerah yang ramai ini terkenal dengan pemandangannya yang menakjubkan, air mancur yang elegan, hamparan bunga yang terawat baik, dan pohon cemara yang selalu hijau.
Sebagai alun-alun tertua di ibu kota, alun-alun ini dinamai menurut Ismaili Somoni, penguasa dinasti Samanid, yang mendirikan negara Tajikistan pertama. Selama era Soviet, alun-alun ini dinamai menurut pemimpin revolusioner Ch.A. Putovsky, yang memimpin upaya pada tahun 1920-an untuk menekan gerakan Basmachi di Asia Tengah. Namun, setelah Tajikistan memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991, alun-alun ini berganti nama untuk menghormati Ismaili Somoni.
Pada masa Soviet, alun-alun ini menjadi rumah bagi Komite Sentral Partai Komunis, sebuah bangunan yang kemudian menjadi Istana Kepresidenan, kediaman resmi Presiden Tajikistan. Dibangun pada tahun 1985, bangunan megah ini merupakan mahakarya arsitektur, yang memadukan elemen desain tradisional Asia Tengah dengan pengaruh klasik Rusia. Bangunan ini berdiri sebagai simbol monumental alun-alun dan merupakan fitur yang paling menonjol.
Alun-alun ini dihiasi oleh deretan pohon cemara hijau yang rimbun dan dua air mancur yang ditempatkan secara simetris, dikelilingi oleh bunga-bunga yang berwarna-warni. Selama bertahun-tahun, Alun-alun Ismaili Somoni telah menjadi tempat berkumpul favorit bagi penduduk dan pengunjung Dushanbe. Di malam hari, alun-alun ini diramaikan oleh para seniman dan penampil, menjadikannya pusat acara sosial, pertemuan, perayaan, dan konser.