
Di jantung tepi kiri ibu kota Tajikistan, Dushanbe, terbentang Taman Rudaki, sebuah oasis hijau subur seluas 8 hektar. Taman yang secara resmi diberi nama "Bogi Rudaki" ini merupakan bangunan penting yang sangat berharga dan berakar dalam sejarah kota tersebut.
Didirikan pada tahun 1930-an selama era Soviet, taman ini awalnya dikenal sebagai "Taman Budaya dan Rekreasi VI Lenin." Jalan utama dihiasi dengan patung perunggu Lenin, replika monumen di dekat Institut Smolny di Leningrad. Taman ini memiliki banyak tempat bersantai, air mancur, area hiburan, dan lapangan olahraga. Pada tahun 2007, taman ini mengalami renovasi besar-besaran, tampak segar kembali dan diberi nama baru, "Bogi Rudaki."
Jalan utama taman ini mengarah ke Istana Bangsa-bangsa, jantung tempat yang tenang ini. Di sini, ansambel patung yang didedikasikan untuk penyair Abuabdullo Rudaki, pendiri puisi Tajikistan-Persia, berdiri sebagai penghormatan atas warisan sastranya. Taman ini ideal untuk jalan-jalan santai di sepanjang jalan setapaknya yang tenang, pertemuan sosial, dan pertemuan romantis.
Di tengah Lapangan Rudaki, terdapat sebuah monumen yang mengabadikan penyair besar Tajikistan-Persia. Patung yang dibuat oleh Abdulrahmanov dan Usseinov ini didirikan pada tahun 1964 di bagian utara Dushanbe. Sebuah air mancur dan halaman rumput hijau membentang di depan patung perunggu tersebut, yang semakin memperindah kemegahan monumen tersebut.
Menurut legenda, Abuabdullo Rudaki buta sejak lahir, namun ia memperoleh pendidikan yang sangat baik, menguasai bahasa Arab dan Persia, serta menjadi pelopor puisi dalam bahasa Persia-Tajik. Ia dipuja sebagai salah satu penyair paling terhormat dalam sastra Tajik-Persia.
Di belakang patung tersebut berdiri Universitas Agraria Tajikistan, sebuah bangunan megah bertingkat tiga. Monumen dan universitas tersebut terletak di dataran tinggi alami, menawarkan pemandangan jalan-jalan utama kota yang menakjubkan bagi para pengunjung. Ansambel patung tersebut juga terlihat jelas dari titik mana pun di sepanjang Jalan Rudaki. Daerah ini sangat disukai oleh para pelajar dan pasangan, dan monumen Rudaki sering dianggap sebagai simbol ibu kota, yang sering ditampilkan pada kartu pos dan suvenir.