
Masjid Jumat di Khujand bukan hanya masjid terbesar di kota itu, tetapi juga yang terbesar di seluruh wilayah Sughd. Keindahannya terlihat jelas dari dalam dan luar, menawarkan suasana yang tenang dan mengundang. Bahkan selama bulan-bulan musim panas yang terik, bagian dalam masjid tetap sejuk dan menyegarkan. Masjid ini terkenal dengan akustiknya yang luar biasa—percakapan yang diucapkan dengan nada pelan dapat terdengar jelas di seberang aula.
Pengunjung, termasuk wisatawan, dipersilakan masuk, menikmati arsitekturnya, dan mengambil foto. Namun, pengunjung wanita harus ingat untuk mengenakan jilbab sebelum masuk. Di dalam, masjid sangat bersih dan tertata rapi, dengan karpet berjejer di seluruh lantai. Setiap hari Jumat, banyak orang berkumpul untuk salat, sering kali memenuhi masjid hingga penuh, sementara beberapa jamaah terpaksa salat di halaman luar karena keterbatasan tempat.
Yang membuat Masjid Jumat Khujand benar-benar unik adalah karena masjid ini terdiri dari dua bagian yang berbeda: bangunan putih modern di bagian tengah dengan kubah biru mencolok dan dua sayap lama yang dicat kuning. Kedua bagian ini sangat kontras satu sama lain—sementara area modernnya cerah, putih, dan luas, sayap lamanya terbuat dari kayu, dengan desain yang lebih berwarna dan rumit. Perhatikan baik-baik kolom, pintu, dan langit-langit kayu yang diukir indah di sayap-sayap ini, yang memperlihatkan keahlian luar biasa.
Terletak di jantung kota, tepat di seberang Pasar Panjshanbe, masjid ini merupakan bagian dari kompleks yang lebih besar yang mencakup Makam Sheikh Muslihiddin. Masjid ini merupakan tempat persinggahan penting bagi siapa pun yang mengunjungi Khujand, yang menawarkan refleksi spiritual sekaligus apresiasi terhadap arsitektur bersejarah.
Jelajahi Museum Arkeologi Khujand
Jalan-jalan di Bazar Panjshanbe
Kagumi arsitektur Istana Arbob
Lihat Pembangkit Listrik Tenaga Air Kayrakkum
Jelajahi reruntuhan Mug Teppe kuno