
Pasar Tertutup Panjshanbe merupakan salah satu objek wisata paling semarak dan penuh warna di Khujand. Namanya, seperti ibu kota Dushanbe, berasal dari nama hari dalam seminggu: Dushanbe berarti "Senin," sedangkan Panjshanbe berarti "Kamis." Secara historis, perdagangan berlangsung di Dushanbe pada hari Senin dan di Khujand pada hari Kamis, yang menjelaskan asal muasal nama pasar tersebut.
Terletak di jantung Khujand, Pasar Panjshanbe berada tepat di seberang Makam Sheikh Muslihiddin. Pasar ini terdiri dari paviliun pusat yang dikelilingi oleh banyak kios, tenda, dan toko. Pasar ini selalu ramai, tidak hanya menarik penduduk setempat, tetapi juga pengunjung dari desa-desa sekitar yang datang untuk berbelanja dan merasakan suasananya yang semarak.
Yang membuat Pasar Panjshanbe berbeda adalah arsitekturnya yang khas dan desainnya yang unik. Pembangunan paviliun utama dimulai pada pertengahan abad ke-20 dan selesai pada tahun 1964. Bangunan ini merupakan perpaduan gaya arsitektur yang eklektik, menggabungkan gaya klasikisme dengan gaya Kekaisaran Stalinis. Interiornya juga menampilkan perpaduan pengaruh Soviet dan oriental. Pintu masuk utama dimahkotai oleh portal setengah bola, dihiasi dengan lukisan-lukisan berwarna cerah dan diapit oleh patung seorang pria dan seorang wanita. Di dalam, pengunjung disambut oleh aula panjang melengkung yang dipenuhi tiang-tiang, yang menambah kemegahannya.
Pameran arsitektur yang mewah ini cocok untuk Khujand, karena Pasar Panjshanbe berfungsi sebagai pintu gerbang menuju Lembah Fergana yang melimpah, oasis utama Asia Tengah. Pada masa Soviet, tempat ini merupakan tujuan utama bagi pembeli dari daerah sekitar, termasuk Tashkent.
Pasar Panjshanbe dibagi menjadi dua bagian: satu untuk bahan makanan dan satu lagi untuk barang non-makanan. Di lantai dasar, aula yang luas dipenuhi dengan berbagai macam buah, sayur, roti, dan rempah-rempah, yang menggambarkan esensi sejati pasar tradisional Asia Tengah. Lantai atas memiliki berbagai macam toko yang menawarkan pakaian, barang elektronik, dan perlengkapan rumah tangga, yang merupakan ciri khas gaya pusat perbelanjaan pasca-Soviet.
Berkunjung ke Khujand tidak akan lengkap tanpa berjalan-jalan di Pasar Panjshanbe. Pasar ini memberikan pengalaman otentik akan kekayaan budaya kota kuno ini. Terletak strategis di seberang Makam Sheikh Muslihiddin, pasar ini merupakan objek wisata yang wajib dikunjungi bagi siapa pun yang menjelajahi Khujand.
Dari East Street, tempat minibus menghubungkan seluruh bagian kota, Anda akan menemukan hotel “Shark” (“Timur”) yang mencolok, bangunan era Soviet ternama lainnya yang dibangun pada tahun 1954 dan berdiri berdekatan dengan Pasar Panjshanbe, menambah lanskap arsitektur berwarna-warni di area tersebut.
Jelajahi Museum Arkeologi Khujand
Jalan-jalan di Bazar Panjshanbe
Kagumi arsitektur Istana Arbob
Lihat Pembangkit Listrik Tenaga Air Kayrakkum
Jelajahi reruntuhan Mug Teppe kuno