Makam Rudaki

Makam Rudaki

Mausoleum Panjrud Rudaki di Penjikent

Makam Abu-Abdullo Rudaki, penyair legendaris dan pendiri puisi klasik Tajikistan, didirikan pada tahun 1958. Akan tetapi, terdapat paradoks sejarah dalam pembangunannya—biografi penyair besar ini belum sepenuhnya dipelajari, dan lokasi pasti pemakamannya tidak diketahui selama bertahun-tahun.

Yang diketahui tentang Rudaki adalah bahwa ia hidup pada akhir abad ke-9 dan awal abad ke-10, dan berkembang pesat di bawah dinasti Samanid. Meskipun meraih ketenaran besar selama hidupnya, tahun-tahun terakhirnya diwarnai oleh kemiskinan. Ia meninggal pada tahun 941 di desa asalnya Pandzhrud, dekat Penjikent saat ini. Menurut beberapa catatan, Rudaki meninggal dalam keadaan buta, setelah kehilangan penglihatannya sebelum meninggal.

Hanya melalui usaha keras penulis Tajikistan yang terkenal Sadriddin Ayni, rincian penting tentang kehidupan Rudaki terungkap. Ayni mengabdikan dirinya untuk mempelajari manuskrip kuno, dengan cermat menyusun potongan-potongan sejarah dalam upaya menemukan lokasi pemakaman Rudaki. Penelitiannya yang cermat akhirnya membawanya ke Pandzhrud, tempat yang diyakini sebagai tempat penyair itu dimakamkan.

Penemuan makam Rudaki merupakan kisah yang menarik. Pada tahun 1956, saat perayaan ulang tahun ke-1,100 sang penyair, makam di Pandzhrud digali. Jenazah yang ditemukan di makam tersebut adalah seorang pria yang meninggal pada usia lanjut 85-87 tahun, sesuai dengan usia penyair tersebut. Beberapa artefak yang ditemukan di makam tersebut berasal dari masa Rudaki, memberikan bukti lebih lanjut bahwa makam tersebut memang milik penyair besar tersebut.

Konfirmasi terakhir datang dari karya pematung dan antropolog Rusia terkenal Mikhail Gerasimov, yang merekonstruksi penampilan Rudaki berdasarkan sisa-sisa kerangka. Metode rekonstruksi wajah Gerasimov menghidupkan citra Rudaki, memungkinkan dunia melihat wajah penyair yang telah membentuk arah sastra Persia.

Pada tahun 2008, makam tersebut direnovasi, mengubah tampilan eksterior dan interiornya secara signifikan. Bangunan tersebut dibangun dari batu bata merah, dan kubahnya dihiasi dengan ubin biru, yang mencerminkan gaya arsitektur bangunan Asia Tengah kuno. Pintu masuknya memiliki lengkungan batu bata dengan gerbang kayu besar. Di bagian tengah makam terdapat sarkofagus marmer.

Meskipun kehidupan Rudaki berakhir dengan kesulitan, warisan sastranya bertahan selama berabad-abad, menginspirasi banyak penyair dan cendekiawan di seluruh dunia yang berbahasa Persia. Makamnya, yang terletak di desa yang tenang tempat ia dilahirkan dan dimakamkan, berfungsi sebagai pengingat akan kekuatan seni dan sastra yang bertahan sepanjang masa.

Makam Rudaki di Panjkent

Jalan raya Pamir, Tajikistan

Tur Jalan Raya Pamir

Mulai dari $2,300
15 Hari / 14 Malam

Menyeberangi jalur pegunungan tinggi
Lihat pesona lembah pegunungan Khorog
Bersantailah di mata air Garm Chashma
Temukan Benteng Yamchun kuno
Kagumi pemandangan Seven Lakes yang menakjubkan

Ikuti perjalanan luar biasa selama 15 hari di sepanjang Jalan Raya Pamir, jelajahi pegunungan Tajikistan yang megah, benteng-benteng kuno, danau-danau yang tenang, dan budaya yang semarak. Rasakan pemandangan yang menakjubkan, sejarah yang kaya, dan keramahtamahan yang hangat dalam petualangan tak terlupakan ini melalui Pegunungan Pamir yang menakjubkan di Asia Tengah.
(Ulasan 5)