
Terletak di jantung Ashgabat, berdekatan dengan State Association of Turkmen Hali, Museum Karpet Nasional merupakan bukti nyata kekayaan warisan tenun Turkmenistan. Didirikan berdasarkan keputusan presiden pada tahun 1993, museum ini didedikasikan untuk melestarikan, merayakan, dan memajukan tradisi tenun karpet Turkmenistan yang sudah ada sejak lama.
Asal muasal tenun karpet masih diselimuti misteri, tetapi bukti menunjukkan bahwa bentuk seni ini telah dipraktikkan di Turkmenistan selama berabad-abad. Temuan arkeologis, seperti peralatan tenun dari abad ke-4 hingga ke-3 SM dan pisau karpet perunggu dari abad ke-2 SM yang ditemukan di Lembah Sumbar, menyoroti sejarah panjang kerajinan ini.
Catatan tertulis pertama tentang karpet Turkmenistan berasal dari penjelajah Italia abad ke-13 Marco Polo, yang memuji keindahan luar biasa karpet tersebut, menyebutnya sebagai "karpet paling halus dan indah di dunia." Pujian ini juga disuarakan oleh banyak orang, yang menegaskan reputasi karpet Turkmenistan atas keindahan dan ketahanannya yang tak tertandingi.
Di Turkmenistan, pentingnya karpet ini dirayakan setiap tahun pada Hari Karpet, sebuah festival yang didedikasikan untuk simbol budaya ini. Bendera nasional menampilkan lima pola "gul" yang khas, desain lambang yang ditemukan di karpet Turkmenistan, yang melambangkan persatuan dan mewakili suku Akhalteke, Salyr, Ersary, Chovdur, dan Yomut. Motif-motif ini, yang juga menghiasi lambang nasional, menandakan kekuatan dan persahabatan orang-orang Turkmenistan.
Museum Karpet Nasional, yang luasnya mencapai 15,000 meter persegi, merupakan gudang harta karun warisan ini. Museum ini memiliki ruang pameran, area produksi, departemen penelitian ilmiah, fasilitas penyimpanan, dan ruang konferensi. Sayap ilmiah museum ini sangat penting untuk restorasi dan pemeriksaan ilmiah karpet, yang mencakup berbagai jenis, dari karpet Esari yang terkenal hingga karpet Tekke yang terkenal.
Jelajahi Nisa Lama yang terdaftar di UNESCO
Kunjungi Masjid Spiritual, masjid terbesar di Asia Tengah
Temukan sejarah di Museum Nasional
Kunjungi kandang kuda Akhalteke
Lihat Monumen Lenin dan sekitarnya