
Sekitar empat ribu tahun yang lalu, sebuah peradaban pertanian yang berkembang pesat tumbuh subur di delta kuno Sungai Murgab, meninggalkan banyak jejak budaya yang sangat maju. Pencarian ibu kota peradaban ini merupakan pengejaran seumur hidup bagi arkeolog Viktor Ivanovich Sarianidi, pendiri dan pemimpin lama Ekspedisi Margiana.
Penemuan penting pertama yang dilakukan Sarianidi adalah piring kecil yang rumit dengan alur berkelok-kelok yang membentuk pola yang rumit. Setelah memeriksa piring itu lebih lanjut, Sarianidi menyadari bahwa piring itu menggambarkan desain khusus, yang mungkin menggambarkan seekor banteng atau lembu kesturi yang dikelilingi oleh ular dan naga. Objek ini, sebuah amulet dengan komposisi naratif, menjadi bukti nyata pertama bagi Sarianidi bahwa orang-orang telah mendiami wilayah ini ribuan tahun yang lalu.
Setelah penemuan jimat ini, penggalian ekstensif pun dilakukan, yang membawa tim ilmuwan dan arkeolog ke hasil yang mencengangkan. Mereka menemukan kota kuno Gonur-Depe, ibu kota Margiana. Gonur-Depe bukan hanya pemukiman terbesar di seluruh Margiana, tetapi juga salah satu kota terpenting pada masanya. Di antara penemuan tersebut adalah istana dan kuil yang keanggunannya menyaingi bangunan serupa di Asyur dan Babilonia kuno.
Para arkeolog menetapkan bahwa kota ini didirikan antara tahun 2300 dan 2250 SM dan berkembang selama sekitar 600 hingga 800 tahun. Pada saat pemukiman itu ditinggalkan, area pusat bangunan monumental saja menempati lebih dari 25 hektar.
Kunjungi reruntuhan Merv kuno
Jelajahi Mausoleum Sultan Sanjar
Temukan benteng Gyz Gala
Belajar di museum sejarah daerah
Lihat monumen Kekaisaran Seljuk