
Turkmenistan telah mencatatkan namanya di Guinness World Records beberapa kali sepanjang sejarah modernnya, memamerkan pencapaiannya yang unik dan mengesankan.
Pada tahun 2001, para penenun terampil Turkmenistan menciptakan karpet tenun tangan terbesar di dunia, yang dikenal sebagai "Zaman Keemasan." Dengan luas 301 meter persegi, karpet buatan tangan ini berukuran 14 x 21.5 meter dan berat 1,200 kilogram. Pencapaian monumental ini mendapatkan tempat yang layak di Guinness World Records.

Maju cepat ke tahun 2008, saat Ashgabat merayakan pemasangan tiang bendera tertinggi di dunia, yang tingginya mencapai 133 meter. Tiang bendera pemecah rekor ini didirikan dengan gagah di tepi selatan Ashgabat yang disinari matahari. Namun, rekor ini tidak bertahan lama karena muncul pesaing baru. Tiang bendera setinggi 162 meter segera dikibarkan di Baku, diikuti oleh bangunan setinggi 165 meter di Dushanbe yang miskin. Pada tahun 2014, Arab Saudi membuat rekor baru dengan tiang bendera setinggi 171 meter. Hasilnya, tiang bendera Turkmenistan kini berada di antara posisi keempat dan kelima dalam peringkat global.

Belajar dari pengalaman ini, warga Turkmenistan yang berpikiran maju memilih pendekatan yang lebih tak terbantahkan untuk mencetak rekor di masa mendatang. Strateginya adalah membuat rekor yang begitu unik dan monumental sehingga tak seorang pun berani menandinginya. Dan tak lama kemudian Ashgabat diakui sebagai "Kota dengan Marmer Paling Putih di Dunia," dengan lebih dari 500 bangunan di bagian kota yang baru dilapisi marmer putih murni.

Setelah itu, kota ini memperkenalkan “Bianglala Tertutup Tertinggi di Dunia” yang tingginya mencapai 47.6 meter.

Di Pegunungan Kopet Dag, pusat televisi “Turkmenistan” dibangun, menampilkan bintang berujung delapan terbesar di dunia, dan mencetak rekor lainnya.
Kunjungi kota kuno Merv
Jelajahi Nisa Lama yang terdaftar di UNESCO
Kagumi Kawah Gas Darvaza
Lihat kuda Akhalteke dari dekat
Kunjungi bangunan marmer putih Ashgabat