
Makam Nadzhimetdin Kubra, pendiri tarekat Sufi “Kubraviya” dalam Islam dan seorang syekh Sufi yang dihormati, berdiri sebagai monumen utama di kompleks peringatan “360”. Situs suci ini menarik para peziarah dari seluruh dunia, yang datang untuk memberikan penghormatan dan mencari bimbingan spiritual.
Legenda mengatakan bahwa Khwarezmshah Mohammed II, yang terpengaruh oleh tuduhan palsu, mengeksekusi salah satu murid Kubra yang paling setia. Dalam kemarahannya yang tulus, orang suci itu mengutuk Khwarezm. Kutukan ini segera terwujud, karena negara yang dulunya perkasa itu takluk pada invasi Mongol yang menghancurkan. Kubra, bersama dengan 360 muridnya, dengan gagah berani mempertahankan kota mereka dalam pertempuran yang akan menjadi tindakan pengabdian terakhirnya kepada Islam. Selama perjuangan heroik ini, seorang prajurit Mongol memenggal kepala guru Sufi itu. Pemakaman di Kunya-Urgench, yang sekarang menjadi rumah bagi Makam Nadzhimetdin Kubra, Sultan Ali, dan Piryarvali, menandai lokasi pertempuran yang menentukan ini. Di dekatnya terdapat makam Dzhamildzhan muda, murid Kubra yang paling dicintai.
Perjalanan melalui reruntuhan Kunya-Urgench
Kagumi arsitektur Islam abad pertengahan
Kunjungi Mausoleum Turabek-Khanum
Temukan Menara Kutlug-Timur
Belajar di Museum Sejarah Khorezm