Kubah Perdagangan

Eurasia.Perjalanan > uzbekistan > Bukhara > Kubah Perdagangan

Kubah Perdagangan di Bukhara

Kubah Perdagangan, Bukhara
Kubah Perdagangan, Bukhara

Bukhara terkenal tidak hanya karena masjidnya, Benteng Bahtera, dan Menara Kalyan yang megah, tetapi juga karena kubah-kubah perdagangannya yang bersejarah. Kubah-kubah ini membentang dari Lyabi-Khauz hingga Madrasah Miri-Arab. Selama abad ke-16, di bawah Dinasti Shaybanides, Bukhara menjadi ibu kota, yang menyebabkan pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Terletak di Jalur Sutra Besar, pasar dan toko-toko perdagangan kota ini berkembang pesat, memenuhi persimpangan jalan umum. Beberapa abad telah berlalu, dan empat kubah perdagangan masih bertahan hingga hari ini.

Kubah Perdagangan Toki-Sarrofon

Terletak di dekat Lyabi-Khauz, Kubah Perdagangan Toki-Sarrofon berdiri di persimpangan jalan dengan toko-toko kecil yang tersebar di sekitarnya. Secara historis, tempat ini merupakan salah satu tempat pertukaran mata uang terbesar di Asia Tengah, tempat para pedagang dari India, Tiongkok, dan negara-negara lain bertukar uang dengan para penukar uang yang dikenal sebagai sarraf. Nama kubah perdagangan ini berasal dari para penukar uang ini. Saat ini, pengunjung dapat membeli karpet, sapu tangan, dan suvenir lainnya di sini.

Telpak Furushon Trading Dome

Sedikit ke utara Toki-Sarrofon terdapat Kubah Perdagangan Telpak Furushon yang besar. Kompleks besar ini memiliki orientasi heksagonal, dengan toko-toko yang menjual pisau, perhiasan, alat musik, dan berbagai suvenir di bawah kubahnya yang bulat. Di sebelahnya terdapat toko pandai besi abad pertengahan, tempat pengunjung dapat menyaksikan proses pembuatan pisau dan peralatan lainnya. Awalnya, toko-toko tersebut menjual buku, itulah sebabnya kubah perdagangan tersebut disebut Kitab-Furushon (dengan “kitab” yang berarti “buku” dalam bahasa Uzbek). Seiring berjalannya waktu, toko-toko buku tersebut digantikan oleh toko-toko yang menjual penutup kepala, dan kemudian digantikan oleh toko-toko suvenir yang menjual produk-produk yang dibuat oleh pengrajin lokal.

Tim Abdullakhan Trading Dome

Kubah Perdagangan Tim Abdullakhan sangat berbeda dari tempat-tempat lainnya. Kubah ini terletak di sepanjang jalan, bukan di persimpangan jalan, dan merupakan ruang dalam yang tetap sejuk. Cahaya masuk ke dalam Tim Abdullakhan melalui jendela-jendela kecil dan lubang-lubang di kubah. Selama berabad-abad, karpet dan kain dijual di sini, dan bahkan hingga kini, pengunjung dapat membeli karpet beraneka warna, sapu tangan yang dirajut dengan indah, atau kain Bukhara berbentuk kotak-kotak.

Kubah Perdagangan Toki-Zargaron

Kubah Perdagangan Toki-Zargaron merupakan kubah perdagangan terbesar di Bukhara. Kubah ini merupakan kubah paling utara, terletak di dekat Poi Kalyan. Kubah Toki-Zargaron memanjang dan diperkuat dengan tulang rusuk, yang membedakannya dari kubah lainnya. Nama Zargaron berasal dari kata “zargar,” yang berarti “tukang emas.” Secara historis, terdapat 36 bengkel perhiasan di sini, yang menjual berbagai jenis perhiasan. Toki-Zargaron merupakan kubah perdagangan pertama di Bukhara. Saat ini, pengunjung dapat membeli perhiasan, sapu tangan, dan berbagai aksesori rumah tangga seperti gagang pintu Bukhara, lonceng, dan tapal kuda untuk keberuntungan.

Kubah-kubah perdagangan Bukhara berdiri sebagai bukti sejarah kota yang kaya dan signifikansinya sebagai pusat perdagangan di Jalur Sutra Besar. Kubah-kubah ini terus menarik pengunjung, menawarkan sekilas budaya pasar yang semarak di masa lalu Bukhara.

Pusat Kota Tua Bukhara

Tur kota Bukhara

Mulai dari $70
6-7 jam

Jelajahi Bukhara kuno.
Kunjungi Lyabi-Hauz Ensemble
Jelajahi menara unik Chor-Minor
Kagumi kemegahan Menara Kalyan
Temukan sejarah di Benteng Ark

Jelajahi kekayaan sejarah Bukhara dalam tur satu hari, kunjungi situs-situs ikonik seperti Lyabi-Hauz Ensemble, Chor-Minor Madrassa, dan Benteng Bahtera. Kunjungi masjid-masjid kuno, kubah-kubah perdagangan yang semarak, dan menara-menara megah, benamkan diri Anda dalam kemegahan arsitektur kota.
(Ulasan 13)