Meskipun Madrasah Norbut-Biy merupakan bangunan satu lantai, bangunan ini menonjol karena desainnya yang monumental. Portal tinggi dengan lengkungan ganda dan menara besar membuatnya tampak megah dan mengesankan. Fasadnya ditata dengan cermat menggunakan batu bata, yang menunjukkan keterampilan para pembangunnya.
Ruang dalam madrasah dirancang sebagai bangunan tertutup, yang menyediakan lingkungan yang tenang dan terfokus untuk belajar dan beribadah. Di sekeliling halaman tengah terdapat khujdra (ruang untuk siswa), masjid, dan darshana (ruang kelas). Elemen-elemen ini menciptakan fasilitas pendidikan yang komprehensif tempat siswa dapat tinggal, belajar, dan beribadah.
Portal tinggi yang dihiasi dengan desain rumit berfungsi sebagai pintu masuk megah ke madrasah. Lengkungan ganda dan menara yang kokoh meningkatkan kemegahan bangunan, menjadikannya bangunan penting di Chorsu Square. Penggunaan batu bata panggang untuk fasad tidak hanya menambah daya tarik estetika tetapi juga mencerminkan metode konstruksi tradisional saat itu.
Pada abad ke-19, Madrasah Norbut-Biy menjadi pusat pendidikan terbesar di Kokand. Madrasah ini menyediakan kurikulum yang luas yang mencakup teologi Islam, yurisprudensi, sastra, dan sains. Lembaga ini menarik minat siswa dari berbagai daerah yang ingin memperoleh pendidikan yang komprehensif.
Model pendidikan madrasah menekankan pada pendidikan yang ketat dan pengembangan moral. Para siswa tinggal di khujdra, belajar di darshana, dan beribadah di masjid, sehingga menciptakan pengalaman pendidikan yang holistik. Lingkungan ini menumbuhkan rasa kebersamaan dan pertumbuhan intelektual di antara para siswa.
Setelah memperoleh kemerdekaan, Madrasah Norbut-Biy dibuka kembali, melanjutkan warisannya sebagai pusat pembelajaran. Saat ini, lebih dari 80 siswa dididik di dalam tembok bersejarahnya. Pembukaan kembali madrasah tersebut menandakan kebangkitan kembali tradisi pendidikan Kokand yang kaya dan komitmen untuk melestarikan warisan budayanya.