Nukus, ibu kota Republik Karakalpakstan, terletak di bagian utara Uzbekistan dekat Laut Aral. Dikelilingi oleh tiga gurun:Kara Kum, Kyzyl Kum, dan Dataran Tinggi Ustyurt, menjadikannya destinasi yang unik dan menarik.
Meskipun Nukus merayakan ulang tahunnya yang ke-80 pada tahun 2012, yang membuatnya relatif muda dibandingkan dengan kota-kota kuno lainnya di Uzbekistan, wilayah yang ditempatinya memiliki sejarah budaya yang kaya. Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa daerah ini telah dihuni sejak abad ke-4 SM. Berabad-abad yang lalu, kota kuno Shurcha berdiri di tempat Nukus sekarang berada. Terletak di bagian barat laut Nukus saat ini, Shurcha adalah benteng pertahanan yang melindungi negara kuno Khorezm dan mengendalikan jalur air Sungai Amu Darya. Hingga saat ini, sisa-sisa tembok dan menara Shurcha masih dapat dilihat.
Pada akhir abad ke-19, selama kekuasaan Kekaisaran Rusia atas Khiva Khanate, Petro-Aleksandrovsk (sekarang Turtkul) menjadi pusat administrasi divisi Amu Darya. Saat itu, Nukus adalah sebuah desa kecil. Pada tahun 1874, sebuah benteng militer besar dibangun di sana. Penduduk benteng ini, terutama orang Kazakh, segera mulai membangun rumah sakit, sekolah, dan gedung administrasi di sekitarnya.
Ketika kekuasaan Soviet didirikan, Turtkul tetap menjadi pusat administratif Daerah Otonomi Karakalpak. Namun, pada tahun 1920-an, ancaman banjir dari Sungai Amu Darya menyebabkan pemindahan pusat regional ke Nukus. Didirikan secara resmi pada tahun 1932, Nukus telah berkembang menjadi pusat ekonomi, administratif, politik, dan budaya Karakalpakstan. Saat ini, kota ini dihiasi dengan bangunan modern, jalan raya, kebun, dan taman, yang memamerkan perpaduan antara tradisi dan modernitas.
Salah satu atraksi utama di Nukus adalah Museum Seni Savitsky. Dinamai berdasarkan nama pendirinya, Igor Savitsky, museum ini menyimpan banyak koleksi seni avant-garde Rusia, seni rakyat Karakalpak, dan artefak kuno. Koleksi unik museum ini telah mendapatkan pengakuan internasional, menarik perhatian para seniman, sejarawan, dan bahkan kepala negara dari seluruh dunia.
Selain Museum Seni Savitsky, Nukus dan daerah sekitarnya merupakan rumah bagi banyak monumen arkeologi, sejarah, dan budaya. Tepat di luar Nukus, di kota Khodjeyli (yang berarti “tanah para peziarah”), terdapat Pemakaman MizdahkanDi antara situs-situs penting di Mizdahkan adalah makam Adam, yang disebut-sebut oleh umat Islam, meskipun beberapa cendekiawan meyakini bahwa itu adalah situs pemakaman Gayomarda (Gayamaretana), manusia pertama menurut mitologi Zoroaster.
Saat ini, Nukus merupakan pusat kota yang dinamis. Kota ini memainkan peran penting dalam ekonomi regional dan pemerintahan Karakalpakstan.
Kunjungi Makam Kapal Muynak
Jelajahi Museum Sejarah Muynak
Temukan kompleks Mizdakhan kuno
Kunjungi Makam Nazlukhansulu
Jelajahi reruntuhan benteng Gaur-Kala
Jelajahi landmark bersejarah Khodjely
Tujuan Wisata Teratas di Uzbekistan 


