
Terkenal di seluruh Asia, situs kompleks Chashma berpusat di sekitar mata air suci, atau “musim semi,” yang asal-usulnya sarat dengan legenda dan misteri. Menurut legenda setempat, mata air Chashma lahir dari meteorit yang jatuh ke bumi, memancarkan cahaya dan menciptakan mata air dengan khasiat penyembuhan di tempat jatuhnya. Peristiwa ajaib ini memunculkan nama “Nurata,” yang berarti “Sinar Ayah” atau “Sinar-Ayah,” dengan “Nur” yang berarti “Cahaya.” Asal usul mata air yang dianggap berasal dari surga telah menjadikannya tempat ziarah dan pemujaan selama berabad-abad.
Kompleks Chashma terletak di dekat reruntuhan benteng Nur, yang didirikan oleh Alexander Agung pada abad ke-4 SM. Kompleks ini merupakan situs arkeologi yang sangat menarik. Benteng yang terletak di atas bukit dan dikelilingi oleh vallum pertahanan ini memainkan peran strategis karena menandai batas antara pemukiman pertanian Marakand (sekarang Samarkand) dan wilayah suku nomaden di utara. Insinyur Alexander membangun sistem pasokan air yang canggih untuk memastikan para pembela benteng selalu memiliki akses ke air, yang menggarisbawahi pentingnya situs ini secara strategis.
Meskipun sering terjadi konflik, kehidupan di Nurata berkembang pesat, dan secara bertahap mengubah daerah di sekitar mata air menjadi pemukiman yang ramai. Seiring berjalannya waktu, kota kecil ini berkembang menjadi salah satu tempat suci umat Islam yang paling banyak dikunjungi di Asia Tengah.
Mendaki Menara Islam-Khoja
Jelajahi Benteng Ichan-Kala
Kagumi Menara Kalta-Minor
Nikmati arsitektur tradisional Uzbekistan
Kunjungi bengkel kerajinan lokal