Kompleks Chashma

Eurasia.Perjalanan > uzbekistan > Nurata > Kompleks Chashma

Kompleks Chashma

Kompleks Chashma
Kompleks Chashma

Terkenal di seluruh Asia, situs kompleks Chashma berpusat di sekitar mata air suci, atau “musim semi,” yang asal-usulnya sarat dengan legenda dan misteri. Menurut legenda setempat, mata air Chashma lahir dari meteorit yang jatuh ke bumi, memancarkan cahaya dan menciptakan mata air dengan khasiat penyembuhan di tempat jatuhnya. Peristiwa ajaib ini memunculkan nama “Nurata,” yang berarti “Sinar Ayah” atau “Sinar-Ayah,” dengan “Nur” yang berarti “Cahaya.” Asal usul mata air yang dianggap berasal dari surga telah menjadikannya tempat ziarah dan pemujaan selama berabad-abad.

Kompleks Chashma terletak di dekat reruntuhan benteng Nur, yang didirikan oleh Alexander Agung pada abad ke-4 SM. Kompleks ini merupakan situs arkeologi yang sangat menarik. Benteng yang terletak di atas bukit dan dikelilingi oleh vallum pertahanan ini memainkan peran strategis karena menandai batas antara pemukiman pertanian Marakand (sekarang Samarkand) dan wilayah suku nomaden di utara. Insinyur Alexander membangun sistem pasokan air yang canggih untuk memastikan para pembela benteng selalu memiliki akses ke air, yang menggarisbawahi pentingnya situs ini secara strategis.

Meskipun sering terjadi konflik, kehidupan di Nurata berkembang pesat, dan secara bertahap mengubah daerah di sekitar mata air menjadi pemukiman yang ramai. Seiring berjalannya waktu, kota kecil ini berkembang menjadi salah satu tempat suci umat Islam yang paling banyak dikunjungi di Asia Tengah.

Kompleks Chashma saat ini mencakup beberapa bangunan utama:

  1. Mata Air Suci (Chashma): Di tengah kompleks tersebut, air mata air tersebut diyakini memiliki khasiat penyembuhan karena kandungan mineralnya. Banyak orang membawa wadah untuk menampung air dari mata air tersebut, yang diyakini memiliki khasiat penyembuhan dan “diberkati.”

  2. Masjid Juma: Dibangun pada abad ke-16, Masjid Juma terkenal dengan kubahnya yang besar setinggi 16 meter. Dikenal secara lokal sebagai "Chilsutun," masjid ini memiliki 16 tiang yang dipahat dengan indah, dengan sisi barat memiliki 10 tiang karena langit-langitnya yang lebih lebar. Interiornya menampilkan ukiran kayu yang rumit dan elemen dekorasi Asia Tengah, yang menyediakan lingkungan yang tenang untuk beribadah.

  3. Masjid Panjvakta: Dibangun juga sejak abad ke-16, Masjid Panjvakta merupakan monumen tertua di dalam kompleks tersebut.

  4. Pemandian: Dibangun pada awal abad ke-20 oleh pengrajin utama dari Bukhara, pemandian ini dirancang bergaya oriental, lengkap dengan ruang ganti dan area mandi. 

  5. Mazar (Makam): Menurut sejarawan Narshahi, ini adalah tempat pemakaman para sahabat Nabi Muhammad yang mengenalnya secara pribadi. 

Daya tarik utama kompleks ini terletak di sebelah kiri depan Masjid Juma, tempat sumber utama chasma berada. Sumur lima jari yang terletak di sebelah kanan chasma juga merupakan kawasan keagamaan, konon terdapat bekas telapak tangan di dasar sumur sedalam 6 meter. Pengunjung dapat berjalan menyusuri jalan setapak ke kiri untuk melihat ikan di musim semi dan mengambil foto dari area selatan.

Melanjutkan menaiki tangga menuju area atas, pengunjung akan menemukan dua buah makam (mazar) yang dihias. Makam pertama memiliki kubah berwarna biru dan tertutup, sedangkan makam kedua memiliki kubah dengan lengkungan terbuka sehingga pengunjung dapat melihat makam tersebut.

Kompleks Chashma

Kota Tua Khiva

Tur kota Khiva

Mulai dari $60
5 jam

Mendaki Menara Islam-Khoja
Jelajahi Benteng Ichan-Kala
Kagumi Menara Kalta-Minor
Nikmati arsitektur tradisional Uzbekistan
Kunjungi bengkel kerajinan lokal

Jelajahi pesona abad pertengahan Khiva dalam tur satu hari ini. Temukan Benteng Ichan-Kala yang bersejarah, kagumi Kalta-Minor dan Masjid Juma yang rumit, dan jelajahi jalan-jalan yang berusia berabad-abad, rasakan kekayaan sejarah kota dan suasana yang semarak.