
Sebagai bagian dari kompleks Chashma di kota Nurata, Masjid Namazgoh, yang juga dikenal sebagai Masjid Pandjvakta, merupakan bangunan bersejarah dan keagamaan yang penting. Sebagai bangunan tertua di dalam kompleks tersebut, masjid ini memiliki nilai budaya dan arsitektur yang sangat besar. Namanya, yang berasal dari bahasa Persia—“Pandj” yang berarti “Lima” dan “Vakta” yang berarti “Waktu” atau “Kesempatan”—diterjemahkan menjadi “Masjid Lima Waktu,” yang menandakan penggunaannya untuk salat lima waktu dalam Islam.
Masjid Namazgoh dibangun pada abad ke-10. Enam abad kemudian, pada masa pemerintahan Emir Abdullah, masjid ini mengalami pemugaran besar-besaran. Pemugaran ini menghasilkan ciri khas masjid saat ini, yaitu atapnya dihiasi 25 kubah yang dirancang secara kreatif, yang sangat mencolok jika dilihat dari atas.

Istilah “Namazgoh” biasanya merujuk pada jenis masjid tanpa dinding luar, kecuali mihrab (altar), yang ditujukan untuk salat di luar ruangan. Namun, dalam konteks ini, istilah ini berarti tempat yang ditujukan untuk salat, dengan masjid yang mempertahankan dinding strukturalnya. Masjid Namazgoh terkenal dengan 25 kubahnya, fitur desain yang membedakannya dari masjid lain di wilayah tersebut. Kubah-kubah ini meningkatkan kualitas akustik di dalam masjid, menciptakan lingkungan yang tenang untuk beribadah.