Pegunungan Nuratau

Eurasia.Perjalanan > uzbekistan > Nurata > Pegunungan Nuratau

Pegunungan Nuratau

Pegunungan Nurata
Pegunungan Nurata

Pegunungan Nuratau membentang sejauh 170 kilometer ke arah timur dari kota Nurata, hampir mencapai kota Jizzakh. Puncak tertinggi pegunungan ini adalah Gunung Khayatbashi, yang menjulang hingga ketinggian 2196 meter. Pegunungan kuno ini, meskipun tidak terlalu tinggi, tersusun dari batuan vulkanik, batu kapur, dan batu pasir. Lereng utara dicirikan oleh medan yang curam dan terjal, sedangkan lereng selatan lebih landai, bertransisi dengan mulus ke lembah di bawahnya.

Untuk melindungi flora dan fauna unik di wilayah ini, Cagar Alam Nuratau didirikan pada tahun 1975. Cagar alam ini merupakan rumah bagi beberapa spesies yang tercantum dalam Buku Merah Uzbekistan, seperti domba Severtsov (juga dikenal sebagai domba Kyzylkum), elang emas, burung nasar berjanggut, dan burung nasar hitam. Kawasan ini mendukung 805 spesies tanaman, dengan 41 di antaranya juga tercantum dalam Buku Merah Uzbekistan. Selain itu, 32 spesies tanaman merupakan endemik Pegunungan Nuratau, termasuk varietas seperti bawang campuran, bawang Suvorov, tulip Korolkov, tulip Turkistan, dan Nuratau eremurus.

Posisi geografis Pegunungan Nuratau menjadikannya destinasi yang menarik bagi wisatawan, karena hanya berjarak 3-4 jam berkendara dari kota-kota besar seperti Samarkand, Bukhara, dan Tashkent. Sekitar satu jam berkendara dari Nurata terdapat tempat wisata populer berupa "perkemahan yurt" di dekat Danau Aydarkul.

Pegunungan Nuratau menyediakan latar yang sempurna untuk beragam pengalaman wisata. Pengunjung dapat menggabungkan perjalanan ke destinasi terkenal seperti Bukhara dan Samarkand dengan pengalaman mendalam di kehidupan pedesaan desa pegunungan, yang sebagian besar dihuni oleh orang Tajik. Wilayah ini juga cocok untuk liburan akhir pekan dari kota-kota terdekat. Komunitas pedesaan Tajik, yang tinggal di rumah-rumah tanah liat tradisional di lembah Pegunungan Nuratau, menawarkan peluang besar untuk rekreasi aktif. Wisma tamu tersedia di desa-desa seperti Sentyab, Forish, dan Yangi Khait, yang menyediakan tempat menginap yang nyaman bagi wisatawan.

Menginap di wisma tamu ini sering kali menjadi sorotan bagi wisatawan, menawarkan pandangan unik ke dalam gaya hidup lokal. Pengunjung dapat terlibat dalam kerajinan kuno dan kegiatan sehari-hari, mendapatkan pengalaman langsung dari kehidupan sederhana namun kaya dari para pendaki gunung Tajikistan. Di wisma tamu ini, wisatawan dapat berpartisipasi dalam kegiatan seperti memintal, menenun, dan membuat karpet felt warna-warni. Musim semi dan musim gugur menghadirkan festival yang merupakan bagian integral dari kehidupan pedesaan, merayakan acara-acara seperti pernikahan atau Navruz. Festival ini menampilkan berbagai kegiatan, dengan “kupkari” permainan menjadi daya tarik utama yang menyedot penonton dari dekat maupun jauh.

Selain wisata etnowisata, Pegunungan Nuratau juga menawarkan banyak peluang untuk rekreasi aktif. Ketinggiannya yang sedang dan lerengnya yang relatif landai membuat pegunungan ini ideal untuk berbagai aktivitas luar ruangan, termasuk hiking, menunggang kuda, dan menunggang keledai. Wilayah ini dipenuhi dengan berbagai landmark alam dan budaya, seperti petroglif kuno, reruntuhan benteng, permukiman, dan masjid.