Dor-us Siyodat

Dor-us Siyodat

Mausoleum Jahangir di Shahrisabz
Mausoleum Jahangir di Shahrisabz

Kompleks Dor-us Siyodat, yang berarti "gudang kekuasaan," didirikan untuk menghormati seluruh dinasti Timurid. Kompleks ini didirikan pada tahun 1376, setelah kematian mendadak putra sulung Timur, Jakhongir. Jenazahnya diangkut dari Samarkand ke Shakhrisabz, tanah air leluhur keluarganya.

Bertahun-tahun setelah wafatnya Jakhongir, Timur memanggil arsitek dan pengrajin terbaik dari Khorezm untuk membangun sebuah makam bagi putranya. Penulis sejarah istana Timur, Sharafiddin Yazdi, mendokumentasikan tugas monumental ini, dengan menyatakan: “Di sisi kanan dan kiri fasad bangunan itu, ia memerintahkan agar pembangunan makbarat (kuburan) dan khazira baru diselesaikan untuk emir-zade Jahangir dan keturunan serta bangsawan lainnya.”

Kompleks Dor-us Siyodat juga menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi putra kedua Timur, Umarshaykh (Omar Sheikh), yang meninggal pada tahun 1393-1394 saat pengepungan benteng Kurdi di Iran. Namun, makam yang dimaksudkan untuk Timur sendiri tetap kosong, karena ia akhirnya dimakamkan di makam Gur-Emir di Samarkand.

Pada paruh kedua abad ke-16, kompleks tersebut menghadapi kehancuran di tangan Abdullakhan II, seorang penguasa Sheybanid, ketika pasukannya menyerbu Shakhrisabz. Meskipun mengalami kehancuran ini, makam Jakhongir tetap bertahan. Di sebelahnya, pada pertengahan abad ke-19, Masjid Khazrati Imam yang memiliki banyak ruang dibangun, yang memiliki aula berkubah dan ayvan yang dihias, atau beranda yang ditinggikan.